Tak tahu harus seperti apa lagi?
#Fantalks
4 Mei 2022
Tak tahu harus seperti apa lagi?
Kemari, duduk dulu. Agar napas serta pemikiran mu tidak terus terburu-buru dan salah tempat. Dilema hidup ini, setiap kita pasti pernah menghadapi dilema antara dua pilihan, baik untuk karier, pertemanan, dan terutama masa depan. Kita bingung, galau, dan bimbang. Kita tidak terampil untuk memutuskan, mana yang terbaik yang harus kita pilih untuk hidup kita. Aku tahu hidup itu melelahkan ketika kita dihadapkan sebuah persoalan dalam memilih, tetapi bukanlah lebih melelahkan ketika kamu menjadi bukan dirimu sendiri, dan hanya memikirkan orang lain saja.
Beberapa hari yang lalu, ku dihadapkan sebuah pilihan, yups pilihan nya mau kerja tugas bareng sama siapa. Mereka berdua sama-sama baik, teman dekat banget, dan bisa diajak kerja sama. Ketika beberapa jam berkutat dengan persoalan ini, akhirnya aku memilih (sebutan dia, Si komikus) dan berharap semoga pilihan ku sudah baik. Ternyata pilihan ku malah membuat boomerang pertemanan ku dengan (sebutan dia, Si Drakor). Terlihat begitu berbeda sikap nya akhir-akhir ini, dan kita sudah 3 hari tak bersapa lagi. Lagi dan lagi ku dihadapkan permasalahan yang sama seperti tahun lalu. Ku sudah mencoba untuk memulai percakapan lagi, akan tetapi dia belum kunjung balas pesan. Inilah aku yang selalu “tak tahu harus seperti apa lagi”, harus mencoba cara apalagi agar pertemanan ku menjadi balik seperti dulu. Ku hanya bisa memberikan jeda waktu untuk dia (Si Drakor) rehat sejenak terlebih dahulu.
Setiap ku mulai mendapatkan teman untuk mau deep talk, itu sebuah apresiasi kebanggaan dalam diri sendiri kalau ku bisa keluar dari zona nyaman. Ku bisa loh punya teman untuk bercerita, berkeluh kesah, karena memendam satu beban sendirian itu kan, pasti sangat amat berat. Terkadang terlintas dalam benak ku, ketika ku mulai terbuka tapi kenapa selalu dihadapkan dengan soal pertemanan yang rumit ini, setiap keputusan yang ku ambil selalu salah dimata mereka. Dan berfikir apa ku harus kembali seperti dulu, kembali dengan jiwa introvert ku dan lebih baik menyendiri. Aku pengen banget seperti orang-orang yang bisa bersenda gurau dengan banyak orang, tanpa harus beradaptasi yang cukup lumayan lama, dan nyatanya tidak bisa.
Kenapa selalu saja ku dipertemukan dengan teman yang seperti ini, dengan sikap pendiam dan ga enakan ku, mereka seenaknya aja bersikap seperti itu. Kalau sedang mendengarkan curhatan mereka, mereka selalu takut dan tidak berani bersikap seperti itu (marah lama) terhadap orang lain, tapii kenapa dengan ku berbeda. Seolah-olah ku harus berusaha memahami perasaan mereka, tanpa mereka memahami perasaan ku juga. Sampai akhirnya ku merasa kayak "Ya Allah kenapa aku sendirian, aku capek seperti ini mulu", aku merasa sangat sendirian, tapi terus ku ingat "oh iya, mungkin Allah pengen kita lebih sabar lagi" dan saat itu ku belajar untuk menertawakan masalah, bersyukur, belajar untuk bukan pasrah, tapi berserah sama Allah.
Teruntuk teman-teman, ku mohon
kalau ada suatu persoalan antara kita, boleh kita berbicara terlebih dahulu, agar
kita bisa mencari jalan tengah, dan tidak selalu salah paham. Ku sangat terbuka
banget buat kalian yang ingin menyampaikan pendapat tentang diriku yang harus
ku perbaiki. Kalau kalian menghindar begitu saja, dan kita sudah lama tidak
memulai percakapan lagi, pasti ku akan kesusahan untuk beradaptasi lagi. Ku tak
mau yang dulu nya kita dekat, menjadi asing kembali.
Komentar
Posting Komentar